Kamis, 14 September 2023

Wow...! Kesenjangan Sekolah Swasta


Oleh Syamsul Maarif, M.Pd

Mari kita menoleh kebelakang, saat pemerintah belum mampu memfasilitasi masyarakat dengan layanan pendidikan yang memadai, maka Lembaga-lembaga swastalah yang justru hadir memberikan layanan pendidikan yang diinginkan oleh masyarakat, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat perguruan tinggi. 

Namun dalam perjalanannya, setelah Pemerintah memiliki kemampuan untuk menghadirkan pendidikan ditengah-tengah masyarakat, justru sekolah-sekolah swasta menjadi terpinggirkan, bukan hanya dari sisi minat masyarakat namun juga dari keberpihakan pemerintah.

"Apakah sekolah swasta masih dibutuhkan? Tentu, sangat dibutuhkan karena sekolah swasta berperanan penting saling melengkapi dengan sekolah negeri," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno.

Sekolah swasta adalah sekolah yang didirikan oleh perorangan atau yayasan. Pengelolaan sekolah tersebut sepenuhnya ada pada perorangan atau yayasan. Sedangkan sekolah negeri adalah sekolah yang didirikan oleh pemerintah. Pengelolaan dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah.

Pendidikan di sekolah negeri biasanya didanai oleh pemerintah atau lembaga publik, sehingga kesannya biaya pendidikannya terjangkau. Meskipun banyak juga sekolah negeri yang memiliki beban biaya lebih tinggi ketimbang swasta, kendati sekolah negeri sudah dibiayai semua oleh pemerintah. 

Didisi lain ada sekolah swasta yang tidak memungut biaya ke siswa-siswinya, karena sekolah tersebut ada dilingkungan pedesaan yang memang penghasilan warganya kurang dari cukup. Sekolah swasta tersebut hanya mengandalkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk membiayai gaji dan oprasional sekolahnya.

Baik sekolah negeri ataupun sekolah swasta keduanya bertujuan mengisi mencerdaskan kehidupan anak bangsa sebagaimana tercantum dalam UUD 1945.

Meskipun pemerintah menyatakan tidak terjadi dikotomi, tidak ada kesenjangan perhatian, ataupun sering mengatakan pemerintah memperlakukan sama antara sekolah swasta dan negeri tapi faktanya Lembaga Pendidikan Swasta atau Sekolah Swasta tidak sedikit yang terpaksa gulung tikar alias tutup. Tentu hal ini salahsatunya ditengarai akibat rendahnya perhatian Pemerintah terhadap sekolah swasta sehingga sekolah swasta kesulitan mendapatkan Siswa yang berdampak tidak mampu menggaji gurunya. 

Mari kita simak perbedaan-perbedaan perlakuan pemerintah yang jelas-jelas nyata antara swasta dan negeri; pemerintah memberikan tunjangan untuk guru yang mengajar di sekolah negeri, tapi tidak memberikan tunjangan untuk guru swasta yang mengajar di Sekolah Swasta.

Sekolah negeri diberi kuota Program Indonesia Pintar jauh lebih banyak ketimbang sekolah swasta, padahal yang sekolah di negeri justru kebanyakan dari keluarga yang mampu.

Sekolah negeri diberi bantuan fisik berupa Ruang Kelas Baru (RKB), Ruang Praktek Siswa (RPS), Rehab, dan Peralatan pembelajaran. Sekolah swasta yang dapat hanya segelintir saja tanpa ada pemerataan, bahkan yang dapat hanya sekolah itu-itu saja, atau hanya sekolah yang kepalanya sebagai pengurus MKKS atau yang dekat dengan kekuasaan.

Apakah kondisi yang semacam ini kemudian sekolah swasta akan menyimpulkan tidak ada dikotomi perhatian atau kesenjangan perlakuan antara sekolah swasta dan negeri? Maka kamipun harus bilang wow...

Comments :

0 komentar to “Wow...! Kesenjangan Sekolah Swasta”

Posting Komentar

Syamsul Maarif

Syamsul Maarif
Seminar Pendidikan

Pelanggan

Kontak

Bagi yang mau kirim tulisan, kritik, saran atau pasang iklan silahkan email ke via e-mail: syamsulm77@gmail.com
Kontak: Syamsul Maarif, tinggal: dk Sanjaya, Manggis, Sirampog, Brebes.
BlogCatalog Blog Directory

  © Blogger template syamsul by endiananews.com 2011

Back to TOP