Jumat, 21 Desember 2012

Kancil pun masih Kalah Cerdas

Oleh Syamsul Maarif
Kancil dan Siput

Angin Pemekaran yang berhembus semilir-semilir membuat binatang-binatang ingin tampil jadi pahlawan kesiangan. Begitu juga dengan Si Kancil. Untuk menunjukkan kepahlawanannya ia berjalan-jalan di 6 kecamatan di Brebes Selatan, sambil membusungkan dadanya dengan ia berkata, "Siapa yang tak kenal Kancil si cerdik yang tiap hari muncul di media, Setiap masalah pasti selesai olehku".

 Ketika sampai di sungai (kali keruh), ia segera minum untuk menghilangkan rasa hausnya. Air yang begitu keruh membuat ia tak dapat berkaca. meski demikian Ia berkata-kata sendirian.

"Buaya, Gajah, Harimau semuanya binatang bodoh, jika berhadapan denganku mereka dapat aku perdaya". Si Kancil tidak tahu kalau ia dari tadi sedang diperhatikan oleh seekor Siput yang sedang duduk di bongkahan batu yang besar. Si Siput berkata, "Hei Kancil, kau asyik sekali berbicara sendirian. Ada apa? Kamu sedang bergembira?".

Kancil mencari-cari sumber suara itu. Akhirnya ia menemukan letak Si Siput."Rupanya sudah lama kau memperhatikanku ya?". Siput yang kecil dan imut-imut. Eh bukan!. "Kamu memang kecil tapi tidak imut-imut, melainkan jelek bagai kotoran ayam". Ujar Si Kancil. Siput terkejut mendengar Ucapan Si Kancil yang telah menghina dan membuatnya jengkel. Lalu Siputpun berkata, "Hai Kancil!, kamu memang cerdik dan pemberani karena itu aku menantangmu lomba adu cepat". Akhirnya mereka setuju perlombaan dilakukan minggu depan.

Hari yang dinanti tiba. Si Kancil datang dengan sombongnya, merasa ia pasti akan sangat mudah memenangkan perlombaan ini. Siput mempersilahkan Kancil untuk berlari duluan dan memanggilnya untuk memastikan sudah sampai mana ia sampai.

Perlombaan dimulai. Kancil berjalan santai, sedang Siput segera menyelam ke dalam air. Setelah beberapa langkah, Kancil memanggil Siput. Tiba-tiba Siput muncul di depan Kancil sambil berseru, "Hai Kancil! Aku sudah sampai sini." Kancil terheran-heran, segera ia mempercepat langkahnya. Kemudian ia memanggil Si Siput lagi. Ternyata Siput juga sudah berada di depannya.

Akhirnya Si Kancil berlari, tetapi tiap ia panggil Si Siput, ia selalu muncul di depan Kancil. Keringatnya bercucuran, kakinya terasa lemas dan nafasnya tersengal-sengal. Ketika hampir finish, ia memanggil Siput, tetapi tidak ada jawaban. Kancil berpikir Siput sudah tertinggal jauh dan ia akan menjadi pemenang perlombaan. Si Kancil berhenti berlari, ia berjalan santai sambil beristirahat. Dengan senyum sinis.ketika memanggil siput: hai siput kamu dimana? "Hai Kancil, aku sudah sampai finish!" Kancil terbelalak dan tak berkata apa-apa, selain serapah dalam bathin.

Comments :

0 komentar to “Kancil pun masih Kalah Cerdas”

Posting Komentar

Syamsul Maarif

Syamsul Maarif
Seminar Pendidikan

Pelanggan

Kontak

Bagi yang mau kirim tulisan, kritik, saran atau pasang iklan silahkan email ke via e-mail: syamsulm77@gmail.com
Kontak: Syamsul Maarif, tinggal: dk Sanjaya, Manggis, Sirampog, Brebes.
BlogCatalog Blog Directory

  © Blogger template syamsul by endiananews.com 2011

Back to TOP